Laskar Pelangi Edensor: Lahir di Mana Saja, Lokasi Mimpi Harus di Langit

Jakarta - Tak ada yang bisa memilih tempat lahir, tetapi semua bisa menentukan mimpi yang ingin digapai. Hal itu menggambarkan perjuangan anak-anak dari Belitong, Ikal dan Arai yang mengejar mimpi hingga ke Eropa.

Cerita yang diangkat dalam film, diharapkan bisa menginspirasi anak-anak Indonesia agar terus berusaha meraih mimpinya. Konflik-konflik yang dihadapi seperti adaptasi budaya, juga dialami oleh para pelajar Indonesia yang ada di luar negeri.


"Saya melihat nilai hikmahnya bagi anak-anak kita, jangan takut punya mimpi. Lokasi lahir boleh di mana saja, tapi lokasi mimpi harus di langit, lalu gunakan pengalaman sebagai referensi," ucap akademisi Anies Baswedan saat nonton bareng 'Laskar Pelangi 2 Edensor' di Kemang Village, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2013).


Dalam acara nonton bareng itu, hadir juga model Kinaryosih. Sutradara Benni Setiawan dan pemeran Aling, Shalvynne Chang, turut hadir sebagai salah satu rangkaian promosi.


Shalvynne yang tampak cantik dengan balutan dress coklat merasa bahagia dengan sambutan positif dari penonton 'Laskar Pelangi 2: Edensor.' Saat ini, film produksi Mizan dan Falcon Pictures itu sudah menembus 351.394 penonton sejak dirilis pada 24 Desember lalu.


"Aku senang bisa bergabung dengan produksi film yang bisa memberi inspirasi. Dari dulu aku juga bermimpi untuk bisa terlibat dalam film seperti ini," ucapnya sambil tersenyum manis.


Benni Setiawan sendiri berharap agar penonton bisa terhanyut dalam petualangan Ikal dan Arai yang saat ini diceritakan sedang kuliah di Sorbonne, Prancis. Ikal mengambil jurusan ekonomi, sementara Arai mendalami ilmu bilogi. Keduanya mendapatkan beasiswa.


"Saya akan mengajak penonton merasakan apa yang dirasakan Arai dan Ikal dalam suka duka meraih mimpi," ucap Benni.


(ich/ich)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!