Ia pun memberikan pengertian terhadap Dul jika apa yang terjadi padanya adalah satu ujian dari Yang Maha Kuasa.
"Secara psikologis saya lebih sering memberikan pendekatan masukan secara agama. Saya bilang semuanya memang sudah diberi oleh Tuhan. Ini adalah ujian, Allah memilih dia untuk di sayang bukan di benci," katanya saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2014).
Tak hanya itu, Maia juga memberikan pengertian jika sang buah hati bersabar dirinya akan diangkat derajatnya oleh Yang Maha Kuasa.
"Kalau kemarin dia minta penanghugan penahanan karena kan masih anak di bawah umur, boleh ke orangtua tapi masih nanti dulu. Sebagai warga negara Indonesia yang baik harus ikut hukum," ujarnya.
(wes/mmu)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!