'Sinister': Formula Klasik Misteri Rumah Angker

Jakarta - Ellison Oswalt (Ethan Hawke) adalah seorang penulis yang buku-bukunya pernah merajai took-toko buku di seluruh Amerika. Bersama istrinya, Tracy (Juliet Rylance) dan kedua anaknya (Clare Foley dan Michael Hall D’Addario) mereka pindah ke sebuah rumah baru. Hanya Ellison yang tahu bahwa keluarga pemilik rumah tersebut bunuh diri di pohon depan rumah.

Tentu saja ada misteri yang menyelimuti rumah baru mereka. Dan sejujurnya, itu yang dicari Ellison demi buku terbarunya. Sebagai mantan penulis buku yang laris, Ellison ingin kembali menjadi penulis yang dihargai. Dia ingin merasakan ketemu dengan orang asing yang bersalaman dengannya dan berkata bahwa mereka menyukai bukunya. Obsesi Ellison semakin menjadi-jadi ketika dia menemukan sekumpulan video Super-8 di atap rumah barunya itu.


Tidak seperti dalam 'The Ring' yang benar-benar merupakan video kutukan, video-video yang ditemukan Ellison menguasai penontonnya secara perlahan. Video-video itu diberi judul-judul seperti Sleepy Time ’98, BBQ ’79, Pool Party ’66, Lawn Work ’89 dan yang terakhir Family Hangin’ Out ’11. Isinya? Dokumentasi pembunuhan sekeluarga dengan cara paling mengerikan yang bisa Anda bayangkan.


Segera, sang istri mengetahui tentang sejarah rumah baru mereka. Dengan kejadian-kejadian aneh yang menimpa tidak hanya Ellison tapi juga kedua anaknya, mereka segera keluar dari rumah itu sebelum sesuatu yang mengerikan terjadi.


'Sinister' memang masih mempunyai formula yang klasik untuk sebuah film horor. Sebuah keluarga baru saja menempati rumah baru, dan mulai mengalami kejadian-kejadian yang menyeramkan. Kurang klise apalagi? Untunglah sutradara Scott Derrickson ('The Exorcism of Emily Rose' dan 'The Day The Earth Stood Still') mempunyai kepekaan pada daya seram yang tinggi sehingga dia tahu benar bagaimana cara memanipulasi emosi penonton.


Bekerja sama dengan C. Robert Cargill, Derickson kembali ke formula slow-burn horror yang memaksa penonton untuk tetap diam di kursinya sampai end credits. Jika Anda benci dengan film horor murah yang meneror penontonnya dengan hantu yang tiba-tiba muncul, 'Sinister' adalah pilihan tepat. Meskipun dalam beberapa adegan masih memainkan konvensi yang sama, film ini pelan-pelan mengajak Anda menaiki tangga keseraman yang semakin lama semakin gila.


Salah satu faktor yang berhasil mendukung 'Sinister' adalah footage-footage yang ditonton Ellison. Video yang aslinya juga direkam menggunakan kamera Super-8 itu begitu menyeramkan dan 'mengganggu' sehingga Anda begitu terbius. Penggunaan footage tersebut begitu efektif bahkan akan membuat Anda melupakan ketidaklogisan mitos Boogeyman yang diangkat oleh film kini.


Ethan Hawke bermain cukup apik sebagai leading man yang membawa kita ke petualangan arwah gaib. Karakternya yang sangat manusiawi membuat kita bisa merasakan dilemanya, dan Hawke membawakannya dengan natural. Barisan aktris pendukung seperti Fred Dalton Thompson sebagai sheriff, James Ransone sebagai deputy dan Juliet Rylance sebagai istri Ethan Hawke masing-masing mempunyai porsi yang pas untuk mengimbangi obsesi Ellison.


Film ini menyimpan bagian paling gilanya di babak ketiga. Bersiaplah untuk mengunyah mentah-mentah semua rahasianya. Ketika film ini berakhir Anda bisa saja tidak percaya dengan semua yang baru Anda tonton. Tapi, Anda tidak bisa mengingkari bahwa 'Sinister' adalah sebuah film horor yang menyeramkan. Dan di zaman sekarang, itu adalah hal yang sangat mewah.


Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.


(mmu/mmu)