'Goon' Tobias Jesso Jr: Nuansa Vintage yang Romantis

Jakarta - Tobias Jesso Jr berasal dari Vancouver, Kanada dan memulai karier musiknya sebagai pemain bass pada band The Sessions. Setelah tinggal selama 4 tahun di Los Angeles, Amerika Serikat sebagai pemain bass, ia lalu kembali ke kampung halamannya. Di sana ia melakukan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan musik. Namun, di saat luang ia banyak menghabiskan waktu dengan bermain piano. Dari situ terciptalah lagu-lagu balada berbasis piano yang kemudian ia kemas dalam album bertajuk 'Goon'.

Karyanya sederhana namun kuat. Gaya bernyanyinya mengarah ke para penyanyi solo dekade '70-an; suara yang ekspresif, dan menjadikannya senjata untuk tiap lagunya. Dibuka dengan 'Can't Stop Thinking About You' yang memiliki kord yang catchy dan tidak mungkin Anda lewati sebelum lagu ini selesai.


Lagu-lagu Tobias kadang bercerita mengenai cinta, kadang tentang kegundahan seorang laki-laki terhadap hidupnya sendiri. Contohnya pada 'Hollywood' di mana ia bernyanyi, "Well, I'm a man, I was brought up right/ I said my prayers every night since 1995/ And I pray, God help me, I've done the best I could/ But I think I'm gonna die in Hollywood/ Think I'm gonna die in Hollywood..."


Jika Anda penyuka lagu bernuansa folk, maka 'The Wait' bisa menjadi pilihan. Lagu berbasis gitar akustik ini memiliki nuansa folk yang kental. Sementara untuk Anda yang mendambakan aransemen yang lebih penuh, maka simaklah 'For You' yang dibuka dengan latar piano, lalu mengalami eskalasi di bagian tengah lagu dengan gebukan drum yang mantap, dan bergabungnya instrumen lain yang membuat lagu ini kian berisi dan ramai.


Terkadang Anda akan terperangah, karena kartakter vokal Tobias selalu mengingatkan kepada vokal para penyanyi laki-laki seperti Harry Nilson, Todd Rundgren, atau Randy Newman. Bahkan 'Without You' bisa membuat Anda salah kaprah, apakah sedang mendengarkan Gilbert O’Sullivan? Mood romantis dan lirih yang ia persembahkan begitu merasuki jiwa; lantunan piano yang lembut pun semakin membuat nuansa terlena lagu ini menjadi maksimal.


Bagi penikmat musik yang sudah mengikuti karier Tobias Jesso Jr, 'Goon' mungkin merupakan gebrakan yang cukup sensasional. Di sini, ia menampilkan sisi lainnya sebagai laki-laki yang rapuh, penuh dengan lirik-lirik yang dalam dan permainan piano yang membuat terlena. Bagi skena musik dunia pun, album ini menjadi ajang kilas-balik yang memberikan napas segar di antara banyak sekali ragam musik yang muncul tahun-tahun belakangan ini.


Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.


(mmu/mmu)