Ketika Christine Hakim Cuma Jadi Figuran di 'Guru Bangsa Tjokroaminoto'

Jakarta - Selama empat dekade terakhir, Christine Hakim hampir selalu menampilkan kualitas akting yang membuat para sutradara mudah memilihnya sebagai pemeran utama di film-film nasional. Meskipun sudah beradu akting dengan Julia Roberts di film 'Eat, Pray, Love', dan memenangkan enam Piala Citra, aktris berusia 58 tahun itu masih rendah hati untuk menerima peran sebagai figuran.

Dalam film 'Guru Bangsa Tjokroaminoto' arahan sutradara senior Garin Nugroho, Christine muncul di bagian pertengahan saat kereta kuda yang ia tumpangi melintas di sebuah perkampungan era 1920-an. Dalam adegan itu wajah Christine muncul sekilas, dengan fokus kamera ke tokoh lain. Tetapi, bagi Anda yang sering menonton film Indonesia, pasti mengenalinya.


Christine berperan sebagai asisten rumah tangga dari istri Tjokroaminoto yang diperankan Putri Ayudya. Penampilannya yang digambarkan sebagai wanita paruh baya di film itu, hampir mirip dengan tokoh di 'Pendekar Tongkat Emas' minus baju pendekar.


Meski mendapatkan peran kecil, namun Christine tidak kehilangan pesonanya sebagai aktris. Bahkan Garin mengaku harus memangkas 30 persen adegan yang melibatkan Christine karena ia tampil terlalu bagus.


"Tugas sutradara terbaik itu, tak ada pemain figuran yang bermain buruk. Banyak adegan Christine saya cut karena terlalu bagus, demi keseimbangan seluruh pemain. Saya terima kasih sama Christine kerendahan hatinya," kata sang sutradara usai premiere filmnya di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).


Mendengar perkataan tersebut, Christine yang juga bertindak sebagai produser di film ini hanya tertawa lepas. "Saya dipaksa bermain," katanya berseloroh.


Christine senang bisa terlibat dalam produksi film yang tak hanya mengangkat unsur sejarah bangsa Indonesia, tetapi juga didukung oleh riset yang dalam dan penanganan detail di tiap departemen.


"Hampir 40 tahun saya bermain film, tiga di film sejarah, saya rasakan kali ini risetnya luar biasa," kata aktris yang pertama kali bermain film 'Cinta Pertama' (1974) dan langsung meraih Piala Citra itu.


Dalam penulisan cerita, 'Guru Bangsa Tjokroaminoto' dibantu konsultan sejarah dan data dari berbagai sumber dan literatur, salah satunya dari Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto. Mengenai tak hadirnya karakter Kartosuwiryo dan Tan Malaka sebagai salah satu tokoh penting dalam pergerakan politik masa itu, Garin mengatakan bahwa dua tokoh tersebut belum memiliki hubungan atau keterikatan dengan sang tokoh utama Tjokroaminoto di filmnya yang berlatar 1890-1921 tersebut.


"Tan malaka belum masuk betul ke kehidupan Tjokro, Kartosuwiryo juga. Karto baru gabung tahun 1926," ucap Garin.


'Guru Bangsa Tjokroaminoto' yang juga dibintangi Reza Rahadian, Chelsea Islan, Ibnu Jamil, Sujiwo Tejo, Maia Estianty, dan Tanta Ginting itu akan tayang di bioskop pada 9 April mendatang.


(ich/ron)