'Bulan di Atas Kuburan' Jadi Warisan Kebudayaan untuk Atiqah Hasiholan

Jakarta - Setelah 59 tahun, film 'Bulan di Atas Kuburan' karya Asrul Sani akan dibuat ulang oleh sutradara Edo Sitanggang dan co-director Dirmawan Hatta. Film tersebut seolah menjadi warisan kebudayaan bagi Atiqah Hasiholan. Kenapa?

"Aku waktu itu ditawarin duluan sama sutradara untuk perankan Mona. Mona dulu diperankan tante saya Mutiara Sani. Asrul Sani dimana sutradara dulu itu suaminya Mutiara Sani," jelas Atiqah ketika ditemui di sela-sela syuting di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta.


'Bulan di Atas Kuburan' berkisah tentang dua pemuda Batak, Tigor dan Sahat, yang merantau ke Jakarta. Keduanya tergiur dengan kesuksesan yang dipamerkan kawan mereka, Sabar. Namun nyatanya Sabar tak sesukses yang mereka kira. Meski begitu Tigor dan Sahat tetap berambisi menaklukkan ibukota.


Memerankan sosok Sahat, Rio Dewanto akan beradu akting dengan Donny Alamsyah yang memerankan sosok Tigor, juga Tio Pakusadewo sebagai Sabar. Sementara Mona adalah karakter wanita yang akan menjadi rebutan dari para lelaki tersebut.


"Aku perankan wanita gaul. Ada faktor keluarga mungkin ya aku main film ini, tapi sutradara juga lihat cocoknya gimana," lanjut istri Rio Dewanto itu.


Berhubung remake, bisa dibilang Edo sang sutradara mengubah secara masif naskah film yang terinspirasi dari sajak Sitor Situmorang itu. Meskipun berubah sekitar 50 persen dari naskah aslinya, sutradara yang banyak mengerjakan tata suara di film-film nasional itu tidak meninggalkan cerita aslinya.


(mau/ich)