Kontroversi Seputar Film 'Argo'

Jakarta - Film arahan sutradara Ben Affleck 'Argo' berhasil memenangkan penghargaan tertinggi Best Picture dalam ajang Academy Awards 2013. Namun film tersebut juga tak lepas dari kritik. Bahkan Iran berencana mengajukan gugatan.

'Argo' berkisah tentang penyelamatan enam diplomat Amerika Serikat saat krisis Iran. Film tersebut fokus pada kesuksesan CIA dan pemerintah Kanada untuk mengeluarkan enam diplomat Amerika Serikat dari Teheran pada 1979 hingga 1981.


Beberapa pengamat dan kritikus film Iran menilai 'Argo' memberi gambaran tak realistis tentang warga Iran yang diperlihatkan 'too violent'. Mereka bahkan menuding 'Argo' sebagai film dengan pelanggaran norma-norma budaya internasional.


Menurut laporan Associated Press, beberapa media lokal memberitakan bahwa pengacara Prancis Isabelle Coutant-Peyre sedang berada di Iran untuk berbicara dengan pihak terkait tentang rencana gugatan hukum terhadap film tersebut.


'Argo' sendiri tidak diputar di bioskop Iran, namun beberapa warga sudah menontonnya di DVD. Pada 11 Maret lalu, sejumlah kritikus film lokal menggelar nonton bareng film tersebut secara tertutup bersama staf kebudayaan negara tersebut. Setelah menonton, mereka memutuskan untuk mengajukan gugatan.


"Memberikan penghargaan pada film anti-Iran adalah propaganda untuk menyerang negara kami dan kemanusiaan secara keseluruhan," ujar perwakilan komite yang bereaksi atas kemenangan 'Argo' di Oscar.


Sementara itu, Warner Bros. Pictures yang memproduksi film tersebut belum memberikan komentar tentang kemungkinan gugatan yang ditujukan.


Sebagai bagian sejarah, film 'Argo' juga memanfaatkan cuplikan berita arsip dari ABC, CBS dan NBC, dan termasuk lagu-lagu populer dari era seperti "Little T&A" oleh The Rolling Stones, "Sultans of Swing" Dire Straits, "Dance the Night Away" karya Van Halen dan "When the Levee Breaks" oleh Led Zeppelin.


(ich/mmu)