Rahasia MLTR Eksis 25 Tahun Bermusik

Jakarta - Bukan perkara mudah menjaga sebuah grup musik tetap solid untuk waktu yang lama. Tapi Michael Learns To Rock (MLTR) mampu menjaga keutuhan band mereka hingga 25 tahun.

MLTR memang sempat ditinggalkan personelnya yang bernama Soren Madsen di tahun 2000. Tapi itu tidak membuat band berhenti berkarya.


"Apa yang membuat kami terus bertahan adalah kami tidak pernah berhenti menciptakan musik yang bagus. Kami tidak pernah berhenti menuliskan lagu," ujar Jascha Ritcher saat jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2014).


"Trend musik memang berganti, tapi musik yang bagus selalu diminati. Dulu saat kami baru memulainya, orang bilang awal tahun 90 adalah milik Hip Hop dan Grunge. Tapi buktinya kami bisa melewati dan berhasil," tambah pesonel lainnya, Mikkel Lentz.


"Begitu juga dengan hari ini. Ketika semua orang bilang bahwa musik elektronik adalah sesuatu yang besar, maka tidak akan membuat kami goyang. Kami juga akan melewatinya," timpal Kare Wanscher lagi melengkapi.


Cara lain yang mereka lakukan untuk bisa bertahan dari generasi ke genarasi adalah melakukan konser dan tur. "Konser dan tur adalah cara paling ampuh untuk bertemu penggemar dan orang-orang baru. Itu yang kami lakukan," tutur Jascha lagi.


Selain itu, ada satu rahasia lagi. Apa itu?


"Kami bukan dan tidak berusaha untuk menjadi 'crazy rockstar'. Kami orang biasa, normal saja. Mungkin itu juga yang membuat kami bertahan," pungkas sang vokalis lagi.


Sejak terbentuk pada 1988 silam, MLTR telah mencetak delapan album yang sudah terjual lebih dari 11 juta copy di seluruh dunia.


(mif/ich)