Mempromosikan Wakatobi Lewat Film Dokudrama

Jakarta - Film menjadi sarana yang paling efektif untuk mengenalkan kebudayaan suatu negara atau daerah karena jangkauannya yang universal. Pemkab Wakatobi menyadari hal itu, dan memproduksi film dokudrama 'Alam, Budaya dan Manusia Wakatobi' yang ditayangkan perdana di Kineforum, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Penayangan perdana film tersebut dihadiri oleh Bupati Wakatobi Hugua, Kepala Lembaga Sensor Film Mukhlis PaEni, pengamat kebudayaan, komunitas hingga mahasiswa.


'Alam, Budaya dan Manusia Wakatobi' memadukan dokumentasi perjalanan seorang tokoh dalam mengeksplorasi tradisi budaya dan kekayaan laut Wakatobi dengan drama sebagai bumbu. Mimpi dan cita-cita Hugua, tokoh utama dalam film ini, memotivasi dia untuk mengataai segala hambatan dan kesulitan perjalanan hidupnya.


Keunggulan film sebagai sarana hiburan sekaligus edukasi didukung oleh visualisasi. 'Alam, Budaya dan Manusia Wakatobi' juga menggali kekayaan alam yang ada di Wakatobi sebagai daya tarik.


Keanekaragaman budaya masyarakat setempat memberikan gambaran tentang interaksi kehidupan dan alam tempat mereka hidup. Selain itu, penonton juga bisa menyaksikan pola budaya tradisional dalam mengelola alam untuk kehidupan masyarakat. Pengaruh kontak dengan budaya luar, termasuk dampak pada alam dan budaya masyarakat Wakatobi juga akan diangkat dalam film ini.


Bagi Anda yang menyukai keindahan bawah laut dan kebudayaan, film ini menarik untuk disaksikan. Namun film yang dibuat pada kuartal pertama 2014 ini tak tayang di bioskop reguler.


(ich/mmu)