Hendy 'Baba Rafi' Tersingkir di Episode Perdana The Apprentice Asia

Jakarta - Nasib berbeda dialami dua wakil Indonesia di The Apprentice Asia: langkah Hendy "Baba Rafi" Setiono (pendiri dan CEO Baba Rafi Enterprise) terhenti di episode perdana. Sementara Dian Krishna yang merupakan Puteri Indonesia 2003, melangkah ke episode ke-2 The Apprentice Asia.

The Apprentice Asia adalah reality show kompetisi antar 12 kandidat yang mewakili sembilan negara untuk memperebutkan satu posisi bergengsi, menjadi tangan kanan Tony Fernandes (Executive Chairman Tune Group dan Group Chief Executive Director AirAsia) untuk salah satu perusahaan Tune Group dengan gaji enam digit USD.


Acara ini diadaptasi dari program The Apprentice besutan raja reality show Mark Burnett (The Voice, Survivor) dan telah diadaptasi di lebih dari 25 negara, setelah debut di tahun 2004 dengan icon Donald Trump dan ucapan "You're Fired!" yang terkenal. Acara ini bisa disaksikan tiap Rabu jam 20:05 WIB di AXN.


Pada episode perdana yang tayang Rabu lalu (22/5), Tony menguji kemampuan penjualan para kandidat dengan menugaskan mereka ke pasar tradisional untuk menjual ikan-ikan segar. Tujuannya? Gampang. Mencetak laba.


"Bisnis itu sulit namun simple: Raihlah Keuntungan," pesan Tony pada para kandidat.


Para kandidat kemudian dibagi menjadi dua tim berdasarkan gender: Tim pria yang memilih nama "Tim Mavericks" dan Tim wanita yang memilih nama "Tim Apex". Dian Krishna yang sangat yakin dengan kemampuan, sementara Hanzo sangat optimis,


Hendy Setiono dari Indonesia langsung mengajukan diri sebagai Project Manager Tim Mavericks, dan Aisyah dari Malaysia dipilih oleh anggota timnya karena dia dianggap paling paham kondisi pasar tradisional di Malaysia.


Kekacauan terjadi dalam tim pria. Semua orang mencoba mengambil alih kepemimpinan, sehingga project manager Hendy Setiono kebingungan. Setelah cukup lama beradu ide dan pendapat, mereka memutuskan untuk mencari tahu harga pasar dari kios-kios lain sebelum mulai berjualan.


Hasilnya, Apex membukukan kerugian RM 186. Namun untungnya, Tim Mavericks mencetak kerugian lebih besar: RM 654 atau rugi 40 persen.


Di akhir episode, Tim Mavericks harus mempertanggungjawabkan kekalahannya dari Tim Apex. Hanzo dianggap melakukan blunder karena langkah pertamanya menarik pelanggan sebelum tim siap dengan harga jual, Samuel dianggap paling lemah kemampuan berjualan, dan Hendy dianggap kurang memiliki kemampuan kepemimpinan dan tidak memiliki strategi.


"Sebagai project leader, saya harus berani mengambil risiko dan bertanggung jawab atas risiko tersebut. Karena tim saya kalah, saya harus bertanggungjawab atas kekalahan ini," kata Hendy pasca eliminasi.


Kini, Indonesia menaruh harapan pada Dian Krishna untuk bersaing dengan para kandidat lain dan diuji kemampuan mereka di bidang penjualan, negosiasi, kreatifitas, manajemen, branding dan kepemimpinan.


Kandiat lain yang dihadapi Dian adalah: Nazril Idrus (Financial Coach, Malaysia), Ng Kian Tat (entrepreneur, Malaysia), Nik Aisyah Amirah (auditor, Malaysia), Celine Le Neindre (konsultan F&B, Filipina), Jonathan Allen Yabut (Senior Product Manager perusahaan farmasi, Filipina), Andrea Loh Ern-Yu pengacara, Singapura), Alexis Lothar Baudin (Direktur Asia Pasifik di perusahaan minuman keras premium, China), Dusadee Oeawpanic (pemilik bar & bistro, Thailand), Ningku Lachungpa (Direktur perusahaan infrastruktur, India), Samuel Ruffus Nalaraj (Vice Presiden di perusahaan IT, India).


Bagaimana serunya aksi para kandidat dalam kompetisi ini? Apakah Dian Krishna berhasil mewujudkan impiannya menjadi karyawan Tony Fernandes?


(ich/ich)