Karya seni instalasi yang baru dipajangnya di awal Januari 2015 ini memuat aneka potret dari pria yang sedang menguap. Ia memasangnya seperti iklan billboard elektronik.
Layar iklan tersebut dipajangnya di beberapa titik lokasi Times Square yang menjadi pusat keramaian. "Karena menguap itu menular, dan saya berharap tidak sengaja mereka akan berhenti lalu melihat layar dan ikut menguap," katanya dikutip berbagai sumber, Selasa (13/1/2015).
Tujuan utama dari Sebastian adalah menguap massal. Dan menyebarkan virus dari jeda di seluruh kota. Presiden Times Square Tim Tompkins mengatakan keindahan karya ini adalah membuat momen menulai di persimpangan jalan yang ramai.
"Memungkinkan warga berhenti dan melihat instalasi unik ini," paparnya.
Warga kota New York akan melihat tampilan digital terbesar sepanjang sejarah dan akan mempengaruhi kota yang tak pernah tidur ini. "Ini pertama kalinya Times Square direspons seperti ini oleh seniman," katanya.
(tia/mmu)