Cinema 21: Tak Ada Diskriminasi Film Lokal dan Film Impor

Jakarta - Dalam periode Mei-Agustus, beberapa pembuat film Indonesia mungkin cemas bila filmnya dijadwalkan tayang bersamaan dengan film musim panas Hollywood. Bukan saja takut sepi penonton, melainkan kekhawatiran akan jatah layar di bioskop.

Tetapi, Cinema 21 menegaskan bahwa pihaknya tak akan membedakan jatah layar terhadap film lokal ataupun film impor. Kebijakan yang mereka buat berlaku umum tanpa diskriminasi.


"Cinema 21 berkomitmen penuh mendukung film produksi dalam negeri tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat penonton. Kami senantiasa memberikan alokasi jumlah layar yang memadai kepada film yang diminati oleh masyarakat dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat menonton film tersebut," ucap Coorporat Secretary Cinema 21 kepada detikHOT.


Catherine menandaskan bahwa penonton merupakan penentu utama dan terakhir dalam keberhasilan komersial suatu film. Bioskop sebagai etalase film, baik produksi dalam negeri maupun impor, menurut dia tidak bisa dan tidak akan pernah bisa mendikte atau mengarahkan minat penonton terhadap suatu judul film tertentu.


Oleh karenanya, Cinema 21 akan senantiasa memihak kepada kepentingan masyarakat penonton yang sekaligus merupakan darah yang menghidupi industri perfilman di mana pun di seluruh dunia. Yang perlu ia tekankan, pihaknya juga memberikan kesempatan yang sama pada film nasional.


"Ketika 'Habibie & Ainun' serta '5 Cm' meledak, kami juga tayangkan di 464 layar, dan menurunkan 'The Hobbit' yang waktu itu sebenarnya cukup bagus," tegasnya.


Lalu, soal penurunan layar bagi fim yang sepi penonton, juga ada mekanismenya. Sebuah film tidak serta merta diturunkan langsung dari peredaran secara serentak di seluruh Indonesia. Biasanya, hanya berkurang jatah layar di lokasi yang paling sepi.


"Jadi bukan penghitungan pukul rata, tetapi melihat dari perhitungan di lokasi-lokasi penayangannya. Kalau dari 5 kali show (satu bioskop) kurang dari 50 penonton, ya berat juga (untuk dilanjutkan masa tayangnya karena biaya operasional, dsb)," jelas Catherine.


(ich/mmu)