Ia membuat seri proyek lukisan yang fokusnya untuk menggambar dengan gaya realis sebuah bola mata manusia. "Lihat lebih dekat pada setiap detail yang ada di bola mata dan perhatikan tekstur kulitnya," ujarnya dilansir My Modern Met (20/3/2014).
Detail ekstrem yang ia berikan pada karyanya ini, membuat semua gambarnya tampak seperti karya fotografi dengan lensa makro, bukan ilustrasi. "Di sini aku mengunakan pena gel warna putih, pensil warna dan kertas yang berserat kasar dengan warna kecoklatan."
Mata adalah salah satu elemen yang cukup penting, terutama bagi para seniman lukis beraliran realis. Ini seperti bisa mengkomunikasikan emosi, seperti rasa bahagia, sakit hingga marah. Maka tak heran, Redosking memusatkan perhatiannya pada iris di mata.
Ia memadukan sebuah pancaran untuk menunjukan cahaya di kornea mata. Beberapa mata yang ia lukis, itu berdasarkan mata-mata orang terdekatnya, seperti mata ibunya.
(ass/utw)