Dari Firasat David 'NOAH' Hingga Air Mata Rhoma Irama untuk Idris Sardi

Jakarta - Sosok Idris Sardi rupanya bukan hanya dimiliki oleh anak-anak dan keluarganya. Kalangan musisi, dari yang muda hingga senior semua merasa kehilangan atas kepergian sang maestro.

Dari kalangan muda, terlihat personel grup band 'NOAH', David datang untuk memberi penghormatan terakhirnya kepada sang legenda. Ia pun menceritakan tentang kenangan terakhirnya bersama Idris.


"Kita suka ketawa bersama kalau sudah berdua. Waktu itu ketemu di Musica dan saya tanya ke dia, 'are you okay'? dan dijawab sama dia 'oke' lalu saya tanya lagi, 'what can I do for you?' Katanya minta doanya saja dan saat itu saya sudah terasa," kenangnya saat ditemui di rumah duka, Rumah Kreatif Fadli Zone, Bumi Cimanggis Indah, Depok, Jawa Barat, Senin (28/4/2014).


Jika David 'NOAH' mengaku sudah memiliki firasat akan kepergian Idris, raja dangdut Rhoma Irama yang turut dalam duka saat ditemui di tempat yang sama meneteskan air mata. Ia mengaku sangat kehilangan.


"Saya ada kenangan yang manis bahwa beliau adalah ilustrator musik film saya yang berjudul 'Ksatria Bergitar' yang kita proses di Australia," kenangnya.


"Ada dialog yang saya ingat saat itu. Saya bertanya dengan dia, 'apa yang Anda cinta? Beliau mengatakan, saya cinta musik sampai mati," sambung Rhoma.


Kerja sama Rhoma dan Idris tak sampai di situ saja. Ia pun kembali meneteskan air mata saat mengingat konser besar Soneta bersama Idris pada 80-an. Kala itu, mereka memadukan dangdut dan orkestra.


(wes/mmu)