Novelis Salman Rushdie Raih Penghargaan Sastra Internasional

Jakarta - Penulis yang terkenal berkat novel-novel antara lain 'Midnight Children' dan 'The Satanic Verses', Sir Salman Rushdie menerima penghargaan sastra dari Pen Pinter. The Pen Pinter Prize didirikan 2009 untuk mengenang peraih Nobel sekaligus sastrawan asal Inggris Harold Pinter.

Salman mengatakan, dirinya bangga dapat meraih penghargaan ini. "Saya bersyukur telah menjadi bagian dari penghargaan Inggris ini," ujarnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/6/2014).


Pada 7 Oktober mendatang, rencananya ia akan menerima penghargaan di perpustakaan Inggris, London dan akan menyampaikan pidato. Ketua dewan juri, Maureen Freely mengatakan pihaknya memilih Salman Rushdie karena kebebasannya dalam menulis dan berekspresi.

"Selama bertahun-tahun ia berbicara mengenai kebebasan dan tidak mengambil kepentingan pribadi. Ia difitnah, dituntut, dan dipaksa ke pengasingan," ungkapnya.

Sebelum Salman Rushdie, para penulis dunia yang menerima penghargaan ini yakni Sir Tom Stoppard, Sir David Here, Carol Ann Duffy yang juga pernah meraih Nobel.

Sebanyak 13 buku karangan Rushdie juga telah meraih penghargaan. Termasuk Booker Prize untuk 'Midnight Children' pada 1981 dan Booker of Bookers pada 1993 untuk novel yang sama.


Pada 1989 setelah menerbitkan buku yang berjudul 'The Satanic Verses' ia bersembunyi. Karyanya itu memicu protes dari umat Islam dan pemimpin Iran kala itu, Ayatolla Khomeini mengeluarkan fatwa agar kaum Muslim membunuhnya. Ia dianggap menghina Islam dalam bukunya tersebut.


(tia/mmu)