Ia adalah musisi tuna rungu pertama yang berhasil mendapatkan kontrak rekaman dengan label major dunia. Karir Signmark di musik berawal saat ia menerjemahkan lantunan lagu rohani Natal ke dalam bahasa isyarat pada seluruh anggota keluarga sehingga semua dapat bernyanyi bersama.
Keterlibatan Signmark di ASEAN Literary Festival, dianggap Direktur ALF 2015 Abdul Khalik adalah komitmen kesetaraan bagi penyandang difabel. "Kami ingin menampilkan hak yang sama juga kepada mereka," ucapnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Leipzig, Awal yang Bagus RI untuk yang Lebih Besar
Signmark mengambil jalur musik hip hop dan rap dengan alasan kedua musik tersebut punya beat atau tempo yang menarik. Melalui hip hop dan rap, ia juga memiliki peluang besar dalam menyampaikan isu-isu yang ingin disampaikan.
Di tahun 2006, ia merilis DVD hiphop pertama dalam bahasa isyarat. Saat peluncuran perdananya, MTV-News ada di barisan depan untuk peliputan.
Sedangkan album keduanya 'Breaking the Rules” dirilis Warner Music. Hingga hari ini, Signmark telah tampil di 40 negara. Di antaranya seperti Ethiopia, Islandia, Spanyol, Brazil, dan Amerika Serikat.
Sebuah film dokumenter tentang Signmark juga pernah dibuat di Jerman, Norwegia dan Hungaria. Rencananya, musisi ini akan tampil di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki pada 19 Maret bersama dengan Ananda Sukarlan, Nabilla Rasul, Khrisna Pabichara, Nikodemus Lukas, dan spesial pidato dari dr.Ma Thida asal Myanmar.
(tia/tia)