JKT48 Peringati 17-an dengan Nyanyi Bareng Fans

Jakarta - JKT48 memilih bernyanyi bersama fans untuk memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-69, Minggu (17/8). Acara tersebut diikuti ratusan fans yang nampak antusias.

Kegiatan menyanyi bersama bertempat di Lapangan Satria Mandala, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, saat sore hari. Lagu 'Hari Merdeka' dinyanyikan dengan kompak dan bersemangat.


Meski dengan cuaca yang panas menyengat, namun itu bukan penghalang. Fans tetap setia mengikuti arahan-arahan yang diberikan.


"Awalnya kirain sepi, takut panas, takut gimana, ternyata fansnya tetep setia," tutur Melody.


Selain menyanyi bersama fans, hari itu JKT48 juga mengumumkan hasil final vote revival Pajama Drive. Terpilih 16 member yang berhak membawakan setlist bersejarah tersebut saat ulang tahun teater JKT48, September nanti.


(rna/ich)



readmore »»  

Marshanda Didiagnosa Mengidap Bipolar, Robin Williams Tewas Bunuh Diri

Jakarta - Kisah seputar Marshanda masih menjadi sorotan selama seminggu kemarin. Ditambah, istri Ben Kasyafani itu mengaku didiagnosa mengidap penyakit Bipolar.

Tak hanya itu, dunia hiburan juga dihebohkan dengan berita duka dari Robin Williams yang ditemukan tewas bunuh diri di usianya yang ke-63. Berikut 5 berita selebriti terheboh minggu lalu:



readmore »»  

Lola Amaria Ingin Ajak Para Pejabat Nonton 'Negeri Tanpa Telinga'

Jakarta - Mendapatkan dukungan dari lembaga penegak hukum, membuat Lola Amaria semakin yakin bahwa film baru garapannya, 'Negeri Tanpa Telinga' mampu bicara banyak. Tidak heran jika Lola berharap filmnya bisa ditonton oleh para pejabat negara.

"Ada rencana ngajak semua orang dari partai, anggota dewan serta menteri harus nonton. Tapi kan nggak semudah itu," ujarnya saat ditemui di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, akhir pekan kemarin.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat ketuanya, Abraham Samad, menghargai betul karya perempuan 37 tahun itu. Bagi Abraham, 'Negeri Tanpa Telinga' bukan cuma sebuah karya film, tapi juga kritikan bagi pemerintahan Republik Indonesia di hari ulang tahunnya.


"Karya Lola adalah kritikan berhaga bagi pemerintah saat ini. Apalagi sebentar lagi kita akan menyongsong pemerintahan baru. Selama 69 tahun kita merasakan keadaan yang belum baik sehingga muncullah karya-karya foto dan film yang fenomenal," ujar Abraham Samad yang juga hadir dalam acara Pameran Foto Kisah Anak-Anak Srigala itu.


Respon positif tidak cuma diterima sutradara 'Sanubari Jakarta' itu dari para aparat negara. Tapi juga masyrakat secara luas.


"Masyarakat responsnya positif. Nilai seperti ini penting buat masyarakat, karena bisa lebih tahu kasus yang ada, supaya orang lebih sadar. Perbuatan-perbuatan seperti itu (korupsi) nggak benar dan nggak pantas ditiru," timpal Lola.


'Negeri Tanpa Telinga' menggambarkan potret muram pemerintahan negara yang penuh skandal seks dan korupsi. Dibintangi oleh Gery Iskak, Tanta Ginting, Ray Sahetapi, Lukman Sardi dan Kelly Tandiono, 'Negeri Tanpa Telinga' tayang sejak 14 Agustus kemarin.


(hap/ich)



readmore »»  

Reza Rahadian: Semoga 'Yasmine' Jadi Lokomotif untuk Film Brunei

Brunei - Reza Rahadian tak menyangka sambutan warga Brunei terhadap film 'Yasmine' begitu tinggi. Reza berharap film terbarunya itu bisa menjadi awal bangkitnya perfilman Brunei Darussalam.

Ditemui usai Gala Premier 'Yasmine' di The Empire Theatre & Cinemas, Jurodong, Brunei Darussalam, Sabtu (16/8/2014) malam, Reza bersama pemeran utama 'Yasmin' Liyana Yus, tak bisa mengungkapkan banyak kata. Pemeran Fahri dan Yasmine itu tak menyangka bisa mendapat apresiasi yang besar dari warga Brunei.


"Semoga Yasmine ini bisa menjadi lokomatif di perfilman Brunei," harap bintang film 'Habibi & Ainun' itu.


Meski bukan yang pertama kali menjadi bintang dalam gala premier, Reza merasakan hal yang berbeda di Brunei. Dirinya juga bersyukur bisa ikut berperan dalam film pertama Brunei.


"So far lihat premiere ini, benar-benar berasa banget gala premierenya, senang banget, beda banget. Yang hadir juga begitu mengapresiasi. Bersyukur aja sih," urai Reza.


"Ini adalah film pertama saya, senang dapat tanggapan yang positif," timpal Liyana tersenyum.


Sukses memerankan Yasmine, tak menutup kemungkinan, Liyana untuk terus bermain film. Bahkan dara berusia 21 tahun itu juga mau bermain film di Indonesia.


"Mesti perbaiki lagi bahasa Indonesia-nya. Amin-amin," tandas Liyana.


(pus/kmb)



readmore »»  

Film 'Negeri Tanpa Telinga' Dapat Dukungan Ketua KPK

Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menghadiri acara Pameran foto Kisah Anak-Anak Srigala dan juga pameran foto film 'Negeri Tanpa Telinga' karya produser dan sutradara Lola Amaria.

Pameran yang dilaksanakan di Galeri Foto Jurnalistik Antara di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat itu, menyuguhkan foto-foto dokumentasi tentang anak bangsa dan juga dokumentasi film yang bercerita tertang pemberantasan korpusi.


“Di hari Kemerdekaan RI, kita patut bangga ada karya anak bangsa seperti Lola Amaria ini, yang berani memberikan gambaran utuh dan juga sentilan terkait para pelaku koruptor yang ada di negeri ini dalam bentuk visual (Film). Film seperti inilah yang menurut saya wajib ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, agar memahami dampak korupsi dan juga bersama-sama untuk membantu KPK memberantasnya. Demi kemajuan bangsa ini,” tegas Abraham.


Lola Amaria sendiri sangat berterimakasih bahwa karyanya di film layar lebar Negeri Tanpa Telinga ini, mendapat dukungan moril yang luar biasa dari Ketua KPK Abraham Samad. Bahkan Abraham Samad dan Lola berencana untuk mengajak jajaran kepolisian, TNI dan juga para politisi negeri ini, untuk sama-sama menyaksikan film tersebut.


“Saya tidak bisa membuat film terkait seluruh korupsi yang ada di negeri ini, yang begitu banyak sekali. Tidak cukup dengan durasi satu atau dua jam. Jadi saya mengambil benang merah dari korupsi yang memang sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Paling tidak menjadi contoh nyata dari kasus korupsi yang ada," jelasnya.


"Membuat film ini, saya membutuhkan riset yang sangat panjang. Mudah-mudahan, para pejabat dan juga masyarakat bisa menikmati dan mengambil sisi positif dari film ini,” harap Lola.


'Negeri Tanpa Telinga' juga sudah mulai tayang di bioskop sejak 14 Agustus lalu.


(hap/kmb)



readmore »»  

Ini Alasan Tya Ariestya Gelar Akad Nikah Diam-diam

Tangerang - Setelah dua tahun pacaran, Tya Ariestya dan Irfan Ratinggang memutuskan melangsungkan akad nikah pada hari ini, Minggu (17/8/2014). Akad nikah keduanya pun sempat tak tercium awak media.

Rupanya bintang film 'I Love You Mas Bro' itu punya alasan mengapa ia tak menyebar kabar tentang hari bahagianya itu.


"Sebenarnya pengen ngasih tahu teman-teman media, cuma karena tempatnya terbatas jadi khawatir nanti ngundang nggak bisa dijamu dengan baik. Apalagi emang teman-teman wartawan kan banyak yang temenan sama aku," jelas Tya.


Akad nikah keduanya dilangsungkan di kediaman Tya pada pukul 11.00 WIB tadi di kawasan Cirendeu, Ciputang, Tangerang Selatan. Sementara resepsi mereka baru akan digelar dua minggu lagi di Bandung.


"Rencana nikah pengennya dari dua tahun lalu. Karena kesibukannya mas Irfan itu padet banget. Tapi tadi yang pasti akad berjalan khidmat, alhamdulillah tadi cuma satu kali ijabnya satu napas. Latihannya sebulan katanya," lanjut Tya.


(dar/kmb)



readmore »»  

Lola Amaria Diteror Setelah Sutradarai 'Negeri Tanpa Telinga'

Jakarta - Aktris Lola Amaria baru saja usai memproduseri sekaligus menyutradarai film berjudul 'Negeri Tanpa Telinga'. Sayanganya Lola harus mendapatkan teror usai film tersebut dirilis.

Penyebabnya tak lain adalah alur cerita 'Negeri Tanpa Telinga' yang mengangkat banyak skandal di pemerintahan Republik Indonesia. Mulai dari cerita seks, kisah para pelobi yang menghalalkan banyak cara sampai koruptor yang divisualisasikan lewat akting di film itu.


"Teror ada sih. Tapi saya nggak khawatir. Karena saya bukan koruptor ataupun pelakunya," tutur perempuan 37 tahun itu saat ditemui akhir pekan kemarin di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.


Bahkan, Lola setuju jika 'Negeri Tanpa Telinga' ditonton bersama jajaran penegak hukum. Termasuk lembaga pemberantasan korupsi, KPK.


"Kita mau nonton bareng sama Abraham Samad (Ketua KPK) beserta jajaran KPK dan petinggi Polri. Saya senang aja, karena memang mereka yang mengajak," ungkapnya.


"Tapi kalau soal kapan dan di mana, saya belum bisa pastikan. Biar Pak Abraham yang tentukan," sambungnya.


'Negeri Tanpa Telinga' sendiri menampilkan Gery Iskak sebagai sosok paling vokal dalam pemberantasan koropsi, Lukman Sardi sebagai seorang ustad dan Kelly Tandiono sebagai pelobi ulung yang tidak kenal halal dan haram. Hadir juga Ray Sahetapy, Tanta Ginting, dan Jenny Zhang yang punya peran tidak kalah menarik.


(hap/kmb)



readmore »»